STKBM Tuding PT. Cemindo Gemilang Adu Domba Buruh TKBM Pelabuhan

Aksi buruh STKBM di Kawasan Sahbandar Pelabuhan Bayah

Bantenterkini.com -Bayah Konplik Himpunan Nelayan Madur (Hinama) dan PT Cemindo  Gemilang, Aksi pada tanggal 19 Febuari 2019 menutup pintu keluar masuk kapal di Dermaga Cemindo Gemilang terus berlanjut.  Aksi susulan pun di lakukan Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) pelabuhan Bayah

Dalam Orasinya Yoga Gunawan, Korlap Serikat Tenaga Kerja Bingar Muat Pelabuhan Bayah (STKBM PB). Yoga menuding, konflik horizontal tersebut diawali dengan sebuah kebijakan yang arogansi dari pihak pengelola pelabuhan dan tidak adanya bentuk ketegasan dari pihak penyelenggara pelabuhan.

“Evaluasi kinerja dilakukan sepihak.
Dalam melakukan sebuah evaluasi, pihak PT. Cemindo Gemilang selaku Shiper,
pemilik barang sekaligus pengelola pelabuhan, hanya tendensius terhadap buruh TKBM saja” beber Yoga juga menegaskan. Rabu, (20/02/2019).

Menurut Yoga, salah satu tindakan secara sepihak yaitu dengan diterbitkannya Surat No : 223/CG-GM/XI/18 Perihal Undangan Audiensi Rencana Penambahan TKBM di Terminal Khusus PT. Cemindo Gemilang kepada PBM tanpa melibatkan beberapa pihak.

Aksi STKBM di kawasan Sahbandar Bayah

“Dimana seharusnya ketika melakukan evaluasi kinerja Kepelabuhanan melibatkan para pihak seperti Pengelola Pelabuhan (Shiper), Penyelenggara Pelabuhan (UPP) dan Otoritas Kepelabuhanan, Pengguna Jasa (PBM) dan Penyedia Jasa (TKBM) sesuai dengan SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi Tahun 2011, KM 35 Tahun 2007 dan PM 152 Tahun 2016” ungkapnya.

Terlebih lanjut menurut Yoga, mengeluarkan surat tender. Dengan dikeluarkannya surat oleh PT. Cemindo Gemilang kepada suluruh penyedia jasa TKBM wilayah Banten dengan nomor surat : 224/CG-GM/XI/2018 Perihal Pemberitahuan Tender. “Yang jelas-jelas TKBM tidak bisa ditenderkan begitu saja” ujarnya.

“Karena ada sebuah peraturan yang mengatur bahwa untuk wilayah kerja KTKBM berada di dalam Daerah Lingkung kerja (DLKr) dan Daerah Lingkung Kepentingan Pelabuhan (DLKp) setempat sesuai dengan SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian pasal 63 ayat 1 huruf b. Kebijakan tersebut berdasarkan versi kami adalah sebuah bentuk arogansi perusahaan yang tidak mengacu terhadap peraturan yang berlaku” tambahnya.

Yoga kembali menegaskan, Pengakhiran Kerjasama. a. Diterbitkannya surat oleh PT. Cemindo Gemilang kepada Kolaqi dengan nomor surat : 020/CG-GM/I/19 Perihal Pengakhiran Kerjasama.

“Bahwa Kolaqi tidak pernah menandatangani kerjasama dengan PT. Cemindo Gemilang terkait kegiatan bongkar muat di Pelabuhan. Karena hirarkinya PT. Cemindo Gemilng sebagai shiper atau pemilik barang dan sekaligus sebagai pengelola pelabuhan untuk mendukung kegiatan bongkar muat di pelabuhan menunjuk stevedoring atau cargodoring (PBM). Selanjutnya PBM dalam pelaksanaan kegiatan tersebut PBM membutuhkan TKBM” bebernya.

Selain itu, Yoga juga mencium indikasi adu domba dengan rencana akan dihadirkannya cabang KTKBM baru yang berasal dari luar kabupaten dan di luar Daerah Lingkung Kerja (DLKr) serta Daerah Lingkung Kepentingan Pelabuhan (DLKP).

“Ini adalah salah satu bentuk arogansi kebijakan perusahaan yang tidak mempertimbangkan kearifan lokal dan dampak resiko yang akan terjadi terhadap sesama penduduk lokal. Karena berdasarkan analisa kami, ini akan menimbulkan konflik horizontal sesama penduduk lokal” terangnya.

Lebih lanjut terang Yoga, sebab dengan hadirnya cabang KTKBM baru yang beranggotakan penduduk lokal secara otomatis akan mengusik dan mengusir KTKBM lama yang sama-sama beranggotakan penduduk lokal.

“Demi terciptanya situasi yang kondusif, sehat dan rasa keadilan dalam melaksanakan sebuah hak dan kewajiban maka dengan ini kami dari serikat tenaga kerja bongkar muat pelabuhan Bayah (STKBM PB) mengharapkan sebuah tindakan yang tegas dari pemerintah kepada seluruh badan usaha yang mempunyai kegiatan di pelabuhan khusus PT. Cemindo Gemilang agar buruh TKBM bisa mengarah kearah kesejahteraan tanpa ada sebuah kesenjangan” harapnya

Sementara Sigit Indrayana selaku  manager CSR & PT. Cemindo  Gemilang mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan Nelayan yang bekerja di Salasatu  Tenaga kerja Baongkar Muat (TKBM) yang mana  ketika Rekomendasi  TKBM (kolaqi) berakhir pada Januari 2019.dan  kita telah mengundang semua dari pihak seluruh TKBM di Banten untuk berkegiatan di Port  Pelabuhan Bayah waktu itu cuma Bina Mandiri Sejahtera (BMS) yang melakukan pengajuan..pungkas sigit

Bagikan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *