PILPRES, PERGESERAN NILAI DAN KETIDAK HARMONISAN RAS

 

Bantenterkini.com -Lebak 10 Maret 2019.Pemilihan umum (pemilu) adalah sarana berdemokrasi bagi sebuah negara dalam menentukan sebuah keputusan atau sarana memilih seorang pemimpin baik tingkat Desa (Kepala Desa) Kabupaten (Bupati & wakil.serta DPRD), Propinsi (Gubernur & Wakil.serta DPRD) , sementara di tingkat nasional pemilihan Presiden dan wakil.DPR.RI.DPD.RI. Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 adalah pemilihan umum serentak selutuh indonesia dimana masyarakat indonesia akan memilih Presiden dan Wakil presiden DPD RI,DPR RI,DPRD Propinsi Dan DPRD Kabupaten secara serentak dalam satu hari.

Dalam tulisannya “Ucu Juhroni” Presidium Jaringan Demokrasi (JaDI) Banten, mengatakan ritualitas pemilu tidak pernah ada, kesombongan memegang kedaulatan itu tidak ada dan konstitusi di kembalikan pada sang kuasa, mungkin konflik , perpecahan, egoisme, adu domba, pembodohan, mungkin itu tidak pernah ada. Karena semua ini lahir dari rahim demokrasi

Demokrasi seharusnya sesuatu yg menyenangkan, santai, beda pilihan jangan dibawa menjadi perpecahan.
Ada pergeseran makna hajat demokrasi yang mengararah pada perpecahan akibat perbedaan pilihan.

Kita menganut demokrasi Pancasila, bukan demokrasi sekuler liberal, manusia seharusnya tunduk dan patuh pada syari’at nya.
Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusawratan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai ini tidak boleh dicampakkan.

Dalam politik sederhana nilai-nilai itu harus jadi landasan, mencampakkan nilai-nilai untuk kepentingan hanya akan melahirkan ketidak harmonisan ras, perpecahan, membuat kubu permusuhan, pengancaman, penistaan dan penjara. Masing-masing menunjukkan tangan besinya

Saya membaca pilpres sekarang ini adalah perang ideologi dan kepentingan sehingga pecah harus terjadi.

Mari fokus pada perjuangan masing-masing jangan terkontaminasi oleh segala hal yang mengakibatkan perpecahan bangsa, berbeda pilihan adalah cerminan demokrasi.

Meski kegaduhan demokrasi adalah sebuah keniscayaan, ada etika dan aturan main yang harus ditegakkan.

Narasumber Ucu Juhroni,
Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia(JaDI) Banten
Rd .Citonk/Hs

Bagikan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *