Menakar Elektabilitas Dalam Panggung Sandiwara Lembaga Survai

Dokumentasi sumber tv one

Bantenterkini.com Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak bisa dijadikan acuan dalam menentukan hasil akhir pemilihan presiden.
Angka-angka elektabilitas yg disajikan didepan panggung untuk konsumsi politik dan media tapi dibelakang panggung ceritanya berbeda.

Sementara Ucu Juhroni pegiat pemilu demokratis menanggapi hasil survai Litbang Kompas dalam tulisannya jadi yang selama ini samar, remang-remang tertutup layar sekarang terbuka dan terang benderang.

Seperti kelompok yang bersekongkol dikegelapan tiba-tiba lampu menyala terang, pertemuan rahasia terbongkar dan mereka terkejut. Ada yg bereaksi membela diri, ada yang mengalihkan perhatian, ada yang diam-diam keluar.

Ternyata sihir tak lagi ampuh menghipnotis publik, efek WOW nya hilang.

Lembaga survei sebetulnya nama lain dari timses, tugas mereka bukan memetakan opini publik tapi MEMPENGARUHI OPININYA PUBLIK.

“Survei itu datanya harus benar, desain surveinya harus benar, tidak memainkan margin errors, pengambilan surveinya benar, dan benar surveinya.Survei Litbang Kompas mendelegitimasi sekaligus memporak-porandakan publikasi lembaga survei LSI Denny J.A dan SMRC.” Pungkasnya.

Rd.Citonk/El

Bagikan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *