PT Cipta Perdana Lancar Hadirkan Food Tray Halal dan Ramah Lingkungan Berbahan Stainless Steel SUS 304

oleh

“Kepercayaan MBG untuk menggunakan produk kami adalah bukti nyata kualitas dan kapasitas produksi kami,” tegasnya.

Keunggulan PT. Cipta Perdana Lancar (PART), semakin diperkuat dengan capaian Sertifikat TKDN 97,21% sesuai Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2011. Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian industri dalam negeri sekaligus memperluas peluang mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam program pengadaan barang berbasis produk lokal.

Pemanfaatan bahan mentah lokal dari Morowali dan proses finishing anti karat menggunakan minyak nabati bukan hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, memperkuat daya saing industri nasional, serta mengurangi ketergantungan pada impor. Lebih dari itu, penggunaan food tray dengan daya pakai panjang ikut berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:  Adde Rosi Harap Pelaku Penyelewengan Harga Pangan Ditindak Tegas

“Ke depan, kami ingin agar setiap program makan massal di Indonesia bisa menggunakan produk dalam negeri yang halal, ramah lingkungan, dan berkualitas. Dengan begitu, uang yang dibelanjakan tetap berputar di ekonomi nasional, bukan lari ke luar negeri,” jelas Tjoeng.

Baca Juga:  Adde Rosi Khoerunnisa: Pesantren adalah Miniatur Pelestarian Kebhinnekaan Bangsa

Sebagai manufaktur berbasis inovasi, PT. Cipta Perdana Lancar (PART), menargetkan diri menjadi produsen food tray halal di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Dengan fondasi sertifikasi TKDN, kualitas halal, dan proses finishing anti karat menggunakan minyak nabati, produk ini diyakini mampu menembus pasar global.

Baca Juga:  Walikota Syafrudin Lepas Kontingen PPMR Kota Serang yang Akan Mengikuti Jumbara Nasional ke-IX

“Produk kami tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi besar untuk diekspor. Dengan kualitas yang sudah diakui MBG, sertifikasi TKDN dari Kemenperin, serta keunggulan halal dan nabati, kami optimis produk lokal ini bisa bersaing di pasar internasional,” tutup Tjoeng.