STKIP Babunnajah Gelar Kursus Pembinaan Pramuka Mahir Tingkat Dasar Golongan Siaga Kwarcab Gerakan Pramuka

Bantenterkini.com – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (STKIP) Babunnajah menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD) Golongan Siaga Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pandeglang. Pelatihan ini dihelat mulai 15-21 Mei 2023 mendatang.

Dengan tema “Mewujudkan Pembina Pramuka yang Tangguh, Berkarakter dan Berkualitas” STKIP Babunnajah berharap, 38 mahasiswa PGSD tingkat akhir yang akan menempuh ujian ini, dapat menjadi pembina yang cakap.

“Pembina yang cakap akan melatih calon-calon generasi penerus Pramuka. Jadi harus terlatih dengan baik demi keberlangsungan Gerakan Pramuka di masa depan, ” kata Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Cabang (pusdiklatcab) Pandeglang, Erlan Sutarlan.

Selama seminggu, ada sebanyak 70 Jam Pelajaran (JP) atau materi yang diberikan. Salah satu materi adalah Upaya Enterpreneur yang diberikan anggota Kwartir Nasional (Kwarnas) Komisi Aset dan Usaha, H Cepi Safrul Alam.

Diuraikan Cepi dalam materinya, seluruh anggota Pramuka harus mandiri dalam berkegiatan. Hal ini terkait dengan anggaran Pramuka yang terhitung sangat terbatas.

“Karena kita punya keterbatasan anggaran, Pramuka harus mandiri dalam setiap kegiatannya. Misalnya bercocok tanam lalu dijadikan sebagai kegiatan yang dapat menghasilkan nilai ekonomis,” ucapnya, Jumat (19/05/23).

Sebagai tugas, Cepi meminta para peserta untuk memanfaatkan lahan ‘nganggur’ di halaman STKIP Babunnajah untuk bertanam sayuran. Sawi misalnya. “Bibitnya murah, perawatannya mudah. Hanya harus rajin dipupuk. Pupuknya buat dari kotoran domba. Itu yang paling bagus,” papar Cepi.

Kan nanti, lanjut dia, bisa dibuat semacam koperasi sayuran. Lalu terima pesanan lewat online. “Lahannya ada, prospek bisnis dan usahanya bagus”.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta secara antusias melemparkan pertanyaan. Seperti salah seorang mahasiswa yang bertanya kenapa ada tanaman-tanaman yang tidak berbuah meski sudah disiram dan dipupuk.

Menjawab pertanyaan ini, Cepi menjelaskan bahwa seperti manusia, tanaman pun membutuhkan perawatan dan kasih sayang yang berbeda. Ada tanaman-tanaman yang tidak akan berbuah meskipun dipupuk dan disiram karena tidak dikawinkan.

“Seperti kelengkeng. Tidak akan berbuah jika tidak dikawinkan lebih dulu. Treatmen (perawatan, red) yang diberikan harus sesuai kebutuhan tanamannya. Kita harus percaya bahwa tumbuh-tumbuhan itu juga mahluk hidup yang punya emosi dan harus dikasihsayangi. Dasa dharma Pramuka kedua kan?” Katanya.

Tentang Penulis: Banten Terkini

Gambar Gravatar
Banten Terkini

Tinggalkan Balasan