Scroll untuk baca artikel
NEWS

Mahasiswa KUKERTA UIN SMH Banten Gelar Program Magrib Mengaji di Desa Cipadang, Tingkatkan Semangat Belajar Al-Qur’an Anak-anak

×

Mahasiswa KUKERTA UIN SMH Banten Gelar Program Magrib Mengaji di Desa Cipadang, Tingkatkan Semangat Belajar Al-Qur’an Anak-anak

Sebarkan artikel ini

LEBAK, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Kelompok 13 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten meluncurkan program Magrib Mengaji di Masjid Jami Al Ikhlas, Desa Cipadang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Selasa (21/7/2026). Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an bagi anak-anak.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah yang diikuti mahasiswa KUKERTA, para santri, pengurus masjid, dan masyarakat setempat. Setelah itu, mahasiswa memperkenalkan diri serta menyampaikan tujuan dan manfaat program Magrib Mengaji yang akan dilaksanakan secara rutin selama masa pengabdian di Desa Cipadang.

Program Magrib Mengaji dirancang sebagai wadah pembelajaran membaca Iqra dan Al-Qur’an dengan metode pendampingan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Selain belajar membaca Al-Qur’an, anak-anak juga mendapatkan pembinaan doa-doa harian, dasar-dasar ibadah, pendidikan akhlak, serta motivasi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

BACA JUGA  Adde Rosi Khoerunnisa Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan dan Resmikan Revitalisasi SDN 3 Padasuka di Lebak

Ketua KUKERTA Kelompok 13 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Saepul Ridwan, mengatakan program tersebut merupakan upaya mahasiswa menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan.

“Melalui program Magrib Mengaji ini kami ingin menghidupkan kembali semangat anak-anak untuk belajar Al-Qur’an di masjid. Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter religius, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta menjadi kebiasaan positif yang terus berlanjut meskipun masa KUKERTA telah selesai,” ujar Saepul Ridwan.

Menurutnya, pembinaan keagamaan sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Cipadang. Antusiasme anak-anak terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, di mana mereka mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat dan aktif berinteraksi bersama mahasiswa.

Salah seorang pengurus Masjid Jami Al Ikhlas mengapresiasi kehadiran mahasiswa KUKERTA yang dinilai mampu menghadirkan suasana baru di lingkungan masjid melalui kegiatan yang edukatif dan bermanfaat.

BACA JUGA  PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging 400 kW Pertama di Banten

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KUKERTA UIN SMH Banten. Program Magrib Mengaji ini memberikan motivasi baru bagi anak-anak untuk lebih rajin datang ke masjid dan belajar Al-Qur’an. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” katanya.

Selama pelaksanaan KUKERTA, program Magrib Mengaji akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan orang tua diharapkan mampu memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak, dan cinta terhadap Al-Qur’an.

Melalui program ini, Mahasiswa KUKERTA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Lebak.