Scroll untuk baca artikel
NEWSVIDEO

Berawal dari Cilampang, PKBM Kartika Kini Luluskan 1.000 Santri

×

Berawal dari Cilampang, PKBM Kartika Kini Luluskan 1.000 Santri

Sebarkan artikel ini

SERANG – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kartika meluluskan 1.000 santri dari program pendidikan kesetaraan yang berkolaborasi dengan sejumlah pondok pesantren salafi di Kota dan Kabupaten Serang.

Program yang berjalan sejak 2018 hingga 2025 ini menjadi upaya memperluas akses pendidikan bagi para santri agar dapat menuntaskan pendidikan formal.

Kepala Sekolah PKBM Kartika, Ainun Nufus Puspasari, mengatakan keberhasilan meluluskan 1.000 santri merupakan hasil perjalanan panjang lembaganya dalam menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak putus sekolah dan santri di pondok pesantren salafi.

Ia menceritakan PKBM Kartika awalnya didirikan untuk membantu anak-anak putus sekolah di lingkungan Cilampang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.

Namun, seiring berjalannya waktu, program tersebut berkembang setelah sejumlah pondok pesantren salafi membutuhkan layanan pendidikan kesetaraan bagi para santrinya.

“Kami lahir awalnya dari sebuah visi-misi dari kampung lingkungan Cilampang tempat di mana adanya PKBM yang masih minim juga tentang pendidikannya,” kata Ainun, Kamis (29/10/2026).

“Karena memang program ini ternyata diterima dengan sangat baik oleh pondok pesantren salafi dan ternyata dibutuhkan, maka kami siap hadir,” tambahnya.

Ainun menjelaskan PKBM Kartika berdiri pada 2012 dan memperoleh legalisasi izin operasional sekitar lima tahun kemudian.

Pada akhir 2018, pihaknya mulai menjalankan program pendidikan jenjang Paket A, Paket B, dan Paket C.

BACA JUGA  Seba Baduy Tradisi Ribuan Tahun, Suku Baduy Datangi Gubernur Banten

“Semua sudah diluluskan sama-sama sampai selesai di paket C, karena ada kewajiban sekolah yaitu 9 tahun atau 12 tahun, itu kami luluskan sudah sampai di paket C,” ucap Ainun.

Ainun menegaskan program ini tidak hanya bertujuan memberikan kesempatan belajar, tetapi juga membantu para santri memperoleh bekal pendidikan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun terjun langsung ke masyarakat.

“Totalnya sudah 1.000 santri yang kami antarkan sampai menyelesaikan pendidikannya. Ada yang melanjutkan kuliah dan ada juga yang langsung terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Dalam mengembangkan program tersebut, PKBM Kartika menjalin kerja sama dengan sejumlah pondok pesantren salafi di Kota dan Kabupaten Serang.

Kerja sama itu terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pendidikan kesetaraan di lingkungan pesantren.

Hingga Agustus 2025, PKBM Kartika tercatat memiliki 690 peserta didik aktif. Pihaknya juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat dan santri yang ingin melanjutkan pendidikan melalui jalur kesetaraan.

Ke depan, Ainun berharap jangkauan program PKBM Kartika dapat semakin luas, tidak hanya di Serang, tetapi juga ke wilayah Banten lainnya.

Sejumlah permintaan kerja sama dari pondok pesantren salafi di wilayah Serang dan Tangerang menjadi salah satu pendorong rencana tersebut.

BACA JUGA  Kota Serang Juara 3 Pentas Seni Budaya APEKSI

“Kami tidak ingin membatasi jumlahnya. Saat ini, kami ingin meluaskan program sampai ke Banten karena sudah ada beberapa permintaan dari pondok pesantren salafi, baik dari Kota dan Kabupaten Serang maupun Tangerang,” ungkapnya.

Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengapresiasi langkah PKBM Kartika dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan para santri di pondok pesantren salafi.

Menurut Yudi, kolaborasi antara PKBM dan pesantren menjadi langkah penting untuk membuka kesempatan bagi santri yang belum memperoleh pendidikan dasar hingga menengah.

Ia menilai, melalui pendidikan kesetaraan, para santri tetap dapat menempuh pendidikan formal tanpa harus meninggalkan lingkungan pesantren tempat mereka belajar.

“Yang kami harapkan, PKBM Kartika bisa mengakomodasi pondok pesantren yang ada di wilayah Serang untuk ikut bergabung, khususnya mereka yang belum memiliki pendidikan SD, SMP, maupun SMA,” kata Yudi.

Ia menambahkan peran PKBM juga diperlukan untuk menjangkau kelompok masyarakat lain yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan, termasuk orang dewasa yang belum memiliki kemampuan membaca.

Yudi berharap PKBM Kartika dapat terus berkembang melalui dukungan, pembinaan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam membantu menuntaskan persoalan anak tidak sekolah.