Ini Alasan KPU Banten Pilih Badak Jawa, Bara dan Jara Jadi Maskot Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024

oleh

BANTENTERKINI.COM Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten memilih badak Jawa, sebagai maskot pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten pada 27 November 2024.

Ketua KPU Banten Mohamad Ihsan mengatakan, pihaknya telah meluncurkan lagu promosi (jingle) dan maskot Pilgub Banten 2024 dengan nama Bara dan Jara.

“Maskotnya berupa badak Jawa, karena badak ini salah satu hewan yang dimiliki oleh Banten. Kami juga memberikan dua jenis kelamin betina dan jantan yang dinamai bara dan jara,” kata Ihsan melalui keterangan resmi, usai peluncuran maskot Pilgub Banten, di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Sabtu (1/6/2024).

Baca Juga:  Serang Diterjang Banjir, 4 Kecamatan Terendam Parah, 2 Meninggal Dunia

Ihsan mengatakan, alasan memilih badak, karena badak merupakan hewan langka yang kini hanya bisa dijumpai di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten dan kondisinya tidak hanya langka, tetapi mamalia ini juga terancam punah.

Dari data per Agustus 2021 jumlah badak di Ujung Kulon hanya tersisa 75 ekor.

“Maka dari itu, ini merupakan bagian dari kita menyayangi badak yang dimiliki oleh Banten. Dengan semangat kita menggunakan hak pilih. Jadi Bara itu Banten bersuara sedangkan Jara, jaga suara,” katanya.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku dan Penadah Hasil Curian di Pandeglang

Ihsan mengatakan, peluncuran maskot itu bagian dari strategi KPU Provinsi Banten untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat di Banten dan harapannya masyarakat mengetahui penyelenggaraan Pilkada akan dilaksanakan pada 27 November 2024.

Sedangkan untuk makna warna yang ada pada maskot di antaranya yakni abu-abu dan hitam melambangkan netralitas dalam menyelenggarakan pemilihan kepala daerah.

Baca Juga:  Adde Rosi Harap Pelaku Penyelewengan Harga Pangan Ditindak Tegas

Menurut Ihsan, pihaknya akan bertindak dan bersikap netral tidak memihak pada salah satu calon atau kelompok tertentu.

“Untuk anggaran yang disiapkan pada peluncuran maskot dan ‘jingle’ ini kurang lebihnya sekitar Rp1,5 miliar dengan berbagai kegiatan sampai selesai,” katanya.

Targetnya adalah untuk peningkatan partisipasi pemilih di Banten.

Ihsan menambahkan, jika Pemilu 2017 angka partisipasinya tercatat 75 persen sedangkan di Pileg 8,3 persen, maka partisipasi di pilkada 2024 diharapkan dapat meningkat dengan adanya serangkaian sosialisasi.

Tentang Penulis: Banten Terkini

Banten Terkini