PANDEGLANG-Usai pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat peliputan Gunung Anak Krakatau dinyatakan distop oleh Gubernur Banten Andra Soni pada Kamis (17/9/2026) kemarin.
Keluarga lima jurnalis dan kru speedboat melakukan tabur bunga di titik koordinat yang diduga hilangnya speedboat yang membawa jurnalis ke Gunung Anak Krakatau.
Kapten KN SAR Tetuka Septa Arif Rohadi, Jumat (18/9/2026). mengatakan setibanya di titik koordinat istri dan anak Yudhistiro melakukan tabur bunga.
“Setibanya di sekitar titik koordinat yang menjadi lokasi dugaan hilangnya kontak speedboat KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda, istri dan anak Yudhistiro melakukan tabur bunga ke laut,” kata Kapten KN SAR Tetuka Septa Arif Rohadi.
KN SAR tertuka bertolak dari Pelabuhan Ciwandan Pelindo 3 Kota Cilegon dengan membawa keluarga dari jurnalis yang hilang kontak.
Isak tangis menyelimuti keluarga korban pada saat prosesi tabur bunga, tak hanya itu doa dan bentuk penghormatan terakhir dilakukan untuk para korban yang hilang.
Tak hanya kelurga korban, rekan dari media pun berkesempatan ikut memberikan dukungan kepada keluarga korban yang juga merupaka rekan sesama jurnalis.)****















