TANGERANG SELATAN, – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi menggandeng Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang Selatan untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan pesantren. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi para santri di 108 pondok pesantren.
Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Aula Al-Urwatul Wutsqa, Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory, Parigi Baru, Pondok Aren, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi keagamaan Islam, serta para pengasuh pondok pesantren di Kota Tangerang Selatan.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan kolaborasi ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pesantren, memperoleh kesempatan yang sama dalam menghadapi era transformasi digital.
“Kerja sama ini bertujuan memperkuat transformasi digital di lingkungan pesantren melalui penyediaan layanan internet gratis yang andal serta program peningkatan kapasitas digital bagi para santri. Kami ingin memastikan pesantren memiliki akses dan kesempatan yang sama dalam menghadapi perkembangan teknologi,” ujar Asep.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur digital, tetapi juga membangun kemampuan sumber daya manusia agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Program itu mencakup penyediaan akses internet gratis sebagai sarana pembelajaran, dakwah, dan pengembangan inovasi, sekaligus meningkatkan literasi digital santri agar mampu menguasai teknologi informasi, kewirausahaan digital, hingga ekonomi kreatif.
“Kami ingin melahirkan santri yang tidak hanya memahami ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang mampu bersaing di era teknologi,” katanya.
Selain meningkatkan kapasitas santri, program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem digital pesantren yang terintegrasi dengan visi Smart City Tangerang Selatan.
Melalui program tersebut, pesantren akan memperoleh kemudahan mengakses referensi keilmuan, meningkatkan kualitas administrasi berbasis digital, serta memperluas jejaring kolaborasi antarpesantren.
Sementara bagi para santri, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi digital, keterampilan teknologi informasi, kemampuan menjadi kreator konten positif, pendakwah digital, hingga membuka peluang menjadi pelaku usaha berbasis digital.
Untuk mendukung implementasi program tersebut, Pemkot Tangsel menyiapkan sepuluh program kolaborasi, meliputi penyediaan internet gratis, pelatihan literasi digital, pelatihan keamanan siber, digital marketing, pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk pendidikan dan usaha, pelatihan pembuatan konten kreatif, pengembangan UMKM digital, pendampingan transformasi digital pesantren, kompetisi inovasi digital antar-santri, hingga pembentukan komunitas Santri Digital Tangerang Selatan.
Asep menegaskan, pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia sehingga harus menjadi bagian dari transformasi digital nasional.
“Pesantren merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan di Tangerang Selatan. Karena itu kami ingin memastikan para santri dan pengasuh pesantren tidak tertinggal dalam memanfaatkan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), secara aman, produktif, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.









