“Prioritas utama seluruh aparatur Pemkot Tangsel tetap pada pelayanan publik. Program pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, penanganan sampah, hingga pendidikan masyarakat tidak boleh kendur sedikit pun,” jelasnya.
Menurut Asep, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tangsel tetap menjalankan tugas secara profesional. Pelayanan dasar di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) disebut berjalan normal.
Dia menegaskan, Wali Kota dan seluruh jajaran birokrasi tetap berfokus pada pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, penanganan banjir, serta infrastruktur wilayah.
“Fokus utama Wali Kota dan seluruh jajaran birokrasi adalah memastikan program kerakyatan, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, penanganan banjir, hingga infrastruktur wilayah, tetap berjalan presisi dan tepat waktu,” ujarnya.
Asep berharap perbedaan pandangan antara pemerintah dan masyarakat dapat disikapi secara dewasa melalui komunikasi dan dialog. Dia menyebut seluruh pihak memiliki kepentingan yang sama untuk mendorong kemajuan Kota Tangerang Selatan.
“Perbedaan sudut pandang itu wajar. Yang terpenting, niat kita sama ingin melihat Kota Tangerang Selatan menjadi lebih maju, tertata, dan menyejahterakan warganya,” pungkasnya.















