Universitas Setia Budhi dan Desa Bersatu Rangkul Kolaborasi Majukan Desa di Lebak

oleh

LEBAK, – Universitas Setia Budhi Rangkasbitung menjalin kerja sama dengan organisasi Desa Bersatu Kabupaten Lebak. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat peran desa sebagai motor pembangunan ekonomi sekaligus memperkecil kesenjangan dengan perkotaan.

Penandatanganan kerja sama berlangsung bersamaan dengan pelantikan pengurus Desa Bersatu di Agrowisata Cikapek, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, Rabu (27/8).

PJ Rektor Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Iman Sampura, mengatakan perguruan tinggi tidak boleh terpisah dari realitas desa yang menjadi pondasi pembangunan bangsa.

Baca Juga:  Bapenda Menggelar Diseminasi Pajak Daerah di Sekretariat Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten

“Kami berkomitmen menjadi mitra strategis bagi desa. Melalui riset, pendampingan, dan pemberdayaan SDM, desa adalah poros utama membangun Indonesia dari bawah,” ujarnya.

Ketua Desa Bersatu Kabupaten Lebak, Rusyadianto, menyambut baik kerja sama itu. Ia menilai kehadiran universitas akan memperkuat pemberdayaan desa, khususnya dalam bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas aparat desa, kelompok tani, serta generasi muda.

Program kerja sama mencakup pelatihan bagi perangkat desa, penelitian potensi pertanian dan perikanan, serta pendampingan UMKM agar mampu menembus pasar digital.

Baca Juga:  Perkumpulan Minang Dukung Airin-Ade di Pilkada Banten

Universitas juga berencana menurunkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan pemetaan potensi desa dan memberikan solusi berbasis riset.

Sinergi ini ditopang pula oleh dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah, mulai dari pembangunan jalan, sarana pendidikan, hingga fasilitas umum. Ke depan, kedua pihak juga menargetkan lahirnya “Desa Digital” yang memfasilitasi anak muda menguasai teknologi informasi untuk menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0.

Baca Juga:  Rusia Bahas Proses Sertipikasi Aset di Indonesia

“Kerja sama ini investasi jangka panjang untuk melahirkan desa berdaya saing yang berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045,” kata Iman.

Rusyadianto menambahkan, Inilah bukti nyata bahwa kepala desa tidak berdiri sendiri. “Kami siap berkolaborasi dengan akademisi, pemerintah, dan swasta untuk membangun desa yang kuat dan mandiri,” tutupnya.

Langkah ini diharapkan menjadi model pembangunan desa modern di Lebak yang bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia.