Scroll untuk baca artikel
NEWS

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga di Pandeglang Petisi dengan Darah

×

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga di Pandeglang Petisi dengan Darah

Sebarkan artikel ini
Jalan tak kunjung diperbaiki warga petisi dengan darah, Tangkapan Layar Tiktok @sujana_petualangabadi

PANDEGLANG-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Arlan Marzan menanggapi aksi warga Desa Cimanngu, Kabupaten Pandeglang lakukan petisi dengan darah. Rabu (24/6/2026).

Ia menyebut jalan yang merupakan wewenang Kabupaten yang seharunya Pemkab terlebih dahulu selaku penanggung jawab.

Pemprov Banten meminta Pemerintah Kabupaten Pandeglang menangani jalan yang merupakan kewenangan Pemkab itu.

“Jalannya merupakan wewenang kabupaten. Baiknya dari Pemkab dulu selaku penanggung jawab atau pemilik kewenangan,” kata Kepala (PUPR), Arlan Marzan.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa Pemkab meminta bantuan Pemprov jika tidak bisa menangani permasalahan dengan cara mengajukan surat.

“Bersurat ke Provinsi jika memang tidak mampu membangun,” ujarnya.

BACA JUGA  Kebakaran di Kawasan Industri Cikupa Mas Tangerang Sore Ini

Lebih jauh Arlan mengungkapkan permasalahan di jalan Cimanggu bahwa yang dipermasalahkan warga belum masuk dalam usulan perbaikan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

“Jadi nanti dalam penyesuaian anggaran, Pemprov akan meminta Pemkab menentukan mana yang menjadi skala prioritas untuk dibangun,” katanya.

Perlu diketahui, Warga menuntut perbaikan jalan yang rusak dan menuntut perbaikan.

Setidaknya ada lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, membuat petisi menggunakan darah mereka. Warga menuntut perbaikan jalan yang telah rusak selama puluhan tahun.

“Puluhan tahun belum ada perbaikan, kondisinya sudah parah,” kata perwakilan warga bernama Sujana, Senin (22/6).

Sujana mengatakan 59 orang perwakilan dari lima kampung itu membuat petisi dengan membubuhkan cap darah di atas kertas putih yang berisi tanda tangan agar pemerintah segera melakukan penanganan. Menurutnya, darah warga menjadi simbol kedaruratan.

BACA JUGA  Adde Rosi Sosialisasikan Empat Pilar di Gedung PGRI Gunung Kencana, Golkar Usulkan Ambang Batas Parlemen 5 Persen

Sujana menyebut kondisi jalan sangat membahayakan warga dan anak sekolah. Ia mengatakan banyak warga yang mengalami kecelakaan ketika melintas.

Menurut Sujana, ruas jalan yang rusak merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, tapi tak kunjung ada upaya perbaikan.

Warga meminta Gubernur Banten, Andra Soni, segera mengatasi keluhan mereka.

“Satu-satunya harapan kami ke Gubernur. Kalau ke Pandeglang, kami sudah tidak berharap. Kalau mau diperbaiki, sudah dari dulu,” ucap Sujana. Dikutip detik.com Rabu (24/6/2026).****