JAKARTA-Tingginya biaya industri dan membebani usaha, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea meminta Pemerintah segera menurunkan harga gas industri .
Andi Gani Menyebut dirinya menerima laporan dari perwakilan 15 perusahaan dan 15 Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PUK SP KEP) KSPSI dalam kegiatan Serap Aspirasi yang digelar di Bekasi, Jawa Barat.
“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, ancaman badai PHK bisa terjadi dalam waktu dekat,” ujar Andi Gani dalam keterangannya Senin (22/6/2026).
Ia menyebut jika pemerintah tidak mengambil langkah, Maka dikhawatirkan 50.000 buruh berpotensi terkena PHK.
Selain itu ia mengatakan adanya potensi PHK di sektor nikel akibat proses penataan perizinan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang masih berlangsung di Kementerian ESDM.
Sebelumnya KSPSI bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menyampaikan kondisi yang terjadi saat ini.
Menteri ESDM merespons dan mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk membahas persoalan harga gas industri.
Ia memastikan mendukung upaya penegakan hukum di sektor pertambangan, namun meminta agar proses tersebut tidak menimbulkan persoalan baru berupa meningkatnya angka PHK.)***















