Scroll untuk baca artikel
NEWS

25 Tahun Menanti, Warga Mekarsari Akhirnya Nikmati Pembangunan Jembatan Bang Andra

×

25 Tahun Menanti, Warga Mekarsari Akhirnya Nikmati Pembangunan Jembatan Bang Andra

Sebarkan artikel ini

SERANG, – Penantian panjang masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, akhirnya mulai terjawab. Setelah sekitar 25 tahun mengandalkan jembatan kayu swadaya yang kondisinya terus memburuk, pembangunan jembatan baru kini resmi dimulai melalui Program Pembangunan Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Gubernur Banten Andra Soni.

Bagi warga, pembangunan Jembatan Piano bukan sekadar proyek infrastruktur. Jembatan ini menjadi simbol harapan baru yang telah lama dinantikan masyarakat untuk memperoleh akses transportasi yang aman, layak, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Tokoh masyarakat Desa Mekarsari, Gulamudin (52), mengatakan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang yang setiap hari dilintasi ribuan warga.

Menurutnya, sejak dibangun secara swadaya sekitar 25 tahun lalu, kondisi jembatan terus mengalami kerusakan. Meski beberapa kali mendapat perhatian dan janji perbaikan dari berbagai pihak, pembangunan tak kunjung terealisasi.

“Sampai ada janji dari Pak Gubernur untuk memperbaiki pun masyarakat di sini sudah apatis. Sudah cuek karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata berbeda. Setelah ditinjau, tidak lama kemudian langsung dibangun. Ini sungguh luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Andra Soni,” ujar Gulamudin.

BACA JUGA  Mahasiswa Dikeroyok Puluhan Orang, Adde Rosi Minta Undip Tegas Usut Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Arnendo

Ia menuturkan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat. Setiap hari, ratusan pelajar, guru, petani, pedagang, hingga karyawan melintasi jembatan itu meski kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

“Jembatan yang lama sudah banyak memakan korban. Sepeda motor pernah jatuh, mobil juga sering tersangkut, apalagi saat musim hujan. Kondisinya memang sudah sangat membahayakan,” katanya.

Jembatan lama memiliki lebar sekitar 2,5 meter dengan bentang kurang lebih 55 meter. Dibangun menggunakan balok-balok kayu hasil swadaya masyarakat, jembatan tersebut menjadi jalur alternatif yang memangkas waktu tempuh menuju Kabupaten Serang maupun Kabupaten Tangerang.

Seiring bertambahnya usia, balok-balok kayu yang menjadi lantai jembatan mulai berlubang, renggang, dan tidak lagi tersusun rapi. Saat kendaraan melintas, bunyi gesekan antarbalok kayu terdengar seperti suara tuts piano. Dari situlah masyarakat kemudian memberi nama jembatan tersebut sebagai Jembatan Piano.

“Sebelum ada jembatan ini, masyarakat harus menyeberang menggunakan perahu,” kenangnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pembangunan jembatan merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan secara langsung kepadanya.

BACA JUGA  Seba Baduy Tradisi Ribuan Tahun, Suku Baduy Datangi Gubernur Banten

Ia menargetkan pembangunan dapat rampung pada November 2026 sehingga segera dimanfaatkan masyarakat.

“Kalau jembatan lama lebarnya sekitar 2,5 meter dan hanya bisa dilalui satu kendaraan dengan kondisi seadanya, jembatan baru akan memiliki lebar sekitar lima meter dengan bentang mencapai 60 meter sehingga bisa dilalui dua kendaraan secara bersamaan,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, memperkuat akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Ini merupakan bagian dari janji kami kepada masyarakat melalui Program Bang Andra. Infrastruktur yang baik akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang,” katanya.

Andra menegaskan, pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar membangun fisik, melainkan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.

“Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita bisa memberikan harapan untuk anak-anak kita di masa depan,” pungkasnya.(ADV)