TANGSEL, — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan GPS Digital Academy & Innovation Center. Program ini digagas untuk memperkuat literasi dan keterampilan digital generasi muda sekaligus membangun talenta yang memiliki fondasi nilai keagamaan.
Program tersebut diluncurkan di Masjid Raya Alkautsar, Vila Dago Pamulang, Kelurahan Benda Baru, Tangerang Selatan, pada Sabtu (29/8/2026).
Peluncuran GPS Digital Academy & Innovation Center dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Tangsel Digital Academy antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), dan Institut Teknologi dan Sains (ITTS).
Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin mengatakan GPS Digital Academy merupakan langkah strategis untuk memperluas akses literasi digital, khususnya bagi generasi muda.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kolaborasi tiga unsur pembangunan daerah, yakni pemerintah atau umara, tokoh agama atau ulama, serta masyarakat atau ummat.
“Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Diskominfo menggagas program ini untuk menjawab kebutuhan talenta digital yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Asep menjelaskan GPS Digital Academy & Innovation Center dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan teknologi sekaligus memperoleh keterampilan praktis yang dibutuhkan di tengah perkembangan industri digital.
Pelatihan angkatan pertama bahkan telah dimulai sejak 15 Agustus 2026. Sebanyak 62 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti pelatihan tersebut.
“Peserta dibagi ke dalam dua fokus kelas keahlian, yakni kelas digital content dan kelas fundamental web programming yang dipadukan secara langsung dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI assisted),” katanya.
Menurut Asep, materi tersebut disiapkan agar peserta memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri digital yang berkembang dengan cepat.
Program GPS Digital Academy juga melibatkan sejumlah tokoh dan komunitas keagamaan di Tangerang Selatan. Di antaranya Ketua Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Tangsel Ustaz Moh. Sartono, Ketua Yayasan Al-Kautsar Ustaz Juni Sukasmono, serta Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Kautsar Ustaz B. Widhadi.
Peluncuran program tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, tokoh masyarakat, orang tua peserta, hingga para peserta pelatihan.
Asep mengatakan pendekatan berbasis komunitas keagamaan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan keterampilan digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki nilai moral.
“Kita ingin mencetak generasi muda Tangsel yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan unggul secara digital, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” pungkasnya.















