Scroll untuk baca artikel
NEWS

Jokowi Dijadwalkan Hadiri Keuceran Mande Macan Guling ke-69 di Serang

×

Jokowi Dijadwalkan Hadiri Keuceran Mande Macan Guling ke-69 di Serang

Sebarkan artikel ini

SERANG,- Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kesediaannya menghadiri acara Keuceran Mande Macan Guling ke-69 yang akan digelar di Plaza Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, pada 10 September 2026.

Panglima Padepokan Mande Macan Guling sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Keuceran ke-69, Joni Maulana, mengaku bersyukur atas kesediaan Jokowi untuk hadir dalam kegiatan tahunan tersebut.

“Alhamdulillah. Tadi sore, saya baru menyampaikan undangan secara resmi. Dan Pak Jokowi menyatakan akan datang. Sebetulnya, seminggu lalu sudah disampaikan secara lisan. Sama, waktu itu juga menyatakan akan datang ke Keuceran Mande Macan Guling,” kata Joni Maulana, Senin (31/08/2026).

Joni mengatakan Keuceran Mande Macan Guling merupakan tradisi khas dalam pencak silat aliran Cimande. Tradisi tersebut digelar setiap tahun pada akhir bulan Mulud.

“Tiap setahun sekali. Ini yang ke-69 kalinya. Keuceran Mande Macan Guling dilaksanakan terpusat di Banten. Jadi setiap DPW dan DPC mengirimkan utusannya. Ada 18 provinsi. Diperkirakan yang hadir kurang lebih 10 ribuan,” ujarnya.

BACA JUGA  PERGERAKAN TANAH DI KABUPATEN SERANG, DUA RUMAH WARGA TERANCAM ROBOH

Dalam tradisi Keuceran, mata pesilat akan ditetesi cairan khusus berupa ramuan herbal yang sebelumnya telah didoakan. Menurut Joni, ritual tersebut dipercaya memiliki makna untuk ketajaman penglihatan sekaligus perlindungan bagi pesilat.

Selain prosesi penetesan ramuan pada mata, pesilat juga menjalani pemijatan khas Cimande, terutama pada bagian tangan dan kaki yang biasa digunakan dalam pertarungan.

“Di Keuceran, mata pesilat ditetesi cairan khusus. Ramuan herbal yang sudah didoakan. Fungsinya untuk ketajaman penglihatan dan perlindungan. Selain ditetesi herbal, tangan dan kaki pesilat yang biasa dipakai bertarung, dipijat khas Cimande,” jelasnya.

Joni menambahkan Keuceran tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar-peguron pencak silat. Sejumlah peguron lainnya turut diundang dalam kegiatan tersebut.

“Acara Keuceran juga jadi wadah silaturahmi. Karena kami juga mengundang peguron-peguron lainnya. Bahkan karena kedatangan Jokowi, kami juga mengundang relawan-relawan Jokowi,” ungkap Joni.

BACA JUGA  Adde Rosi Khoerunnisa Serap Aspirasi Masyarakat di Pandeglang, Dorong Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan

Mande Macan Guling merupakan salah satu aliran pencak silat yang berasal dari rumpun Pencak Silat Cimande. Aliran ini diperkenalkan oleh Abah Jahari sekitar 1957.

Selanjutnya, Mande Macan Guling dikembangkan secara lebih terstruktur dan dipublikasikan secara luas oleh Abah Rahman pada 1976.

Pada tahun yang sama, Mande Macan Guling mulai berkoordinasi dengan PPPSBBI, wadah Peguron Seni dan Budaya Banten. Sejak saat itu, nama Mande Macan Guling secara resmi dibedakan dari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH).

Memasuki era 2000-an, pada masa Guru Besar Abah Udin Jaenudin, Mande Macan Guling memperluas organisasi hingga ke Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kini, di bawah binaan Abah Udin Jaenudin, Mande Macan Guling disebut telah berkembang dan memiliki jaringan di 18 provinsi di Indonesia.***