Scroll untuk baca artikel
NEWS

Warga Lopang Serang Antusias Ikuti Tradisi Ngeropok Saat Maulid Nabi

×

Warga Lopang Serang Antusias Ikuti Tradisi Ngeropok Saat Maulid Nabi

Sebarkan artikel ini

SERANG, – Puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Banten, berlangsung meriah. Warga antusias mengikuti Tradisi Ngeropok, yakni pembagian berkat dan bingkisan yang berasal dari ornamen Panjang Mulud.

Pantauan di lokasi, Selasa, suasana meriah terlihat saat Tradisi Ngeropok dimulai. Anak-anak hingga orang dewasa berbondong-bondong berkumpul dengan penuh antusias untuk mengikuti tradisi yang rutin digelar setiap perayaan Maulid Nabi.

Sebelumnya, ornamen Panjang Mulud yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat dijemput dari rumah ke rumah. Panjang Mulud kemudian diarak keliling kampung dengan iringan lantunan selawat dan tabuhan marawis.

Setelah tiba di masjid dan didoakan bersama, berbagai barang yang terdapat dalam Panjang Mulud dikemas untuk dibagikan kepada masyarakat dalam momen puncak Tradisi Ngeropok.

BACA JUGA  Satu Tahun Budi–Agis Memimpin, Toleransi di Kota Serang Kian Terjaga Lewat Kirab Budaya Lintas Iman

Ketua penyelenggara kegiatan, Muhammad Robi, mengatakan Tradisi Ngeropok menjadi salah satu momen yang paling dinantikan warga setiap perayaan Maulid Nabi. Tahun ini, antusiasme masyarakat disebut semakin tinggi.

“Tahun ini ada 104 Panjang Mulud yang berisikan sembako, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga uang tunai. Melalui Tradisi Ngeropok, barang-barang ini kami distribusi untuk warga di empat kampung lain,” kata Robi di Serang, Selasa.

Robi menjelaskan pembagian berkat diprioritaskan bagi sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya anak-anak, pemandi jenazah, ustaz, guru ngaji, serta masyarakat umum yang membutuhkan.

Menurutnya, Tradisi Ngeropok bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan perayaan Maulid Nabi. Tradisi tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana memperkuat semangat gotong royong, berbagi, dan bersedekah di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Muhamad Haykal Pimpin SAPMA PP Kota Serang, Targetkan Organisasi yang Adaptif dan Inklusif

“Ini bukan hanya soal meriah, tetapi juga bagaimana warga bisa saling berbagi dan membantu. Semangat gotong royong dan sedekah ini yang ingin terus kami jaga,” ujarnya.

Kemeriahan Tradisi Ngeropok juga dirasakan warga setempat. Siti Aminah (45) mengaku suasana kebersamaan menjadi salah satu hal yang membuat tradisi tersebut selalu dinantikan setiap tahun.

“Keseruan saat Ngeropok itu yang selalu bikin kangen tiap tahun. Anak-anak sampai bapak-bapak kumpul semua di jalanan sampai masjid, ketawa bareng, mengharap berkah dari Panjang Mulud,” kata Siti.

“Ini cara kita bersedekah, tapi dengan hati riang gembira. Membuat semua warga makin guyub,” sambungnya.