SERANG-Proses identifikasi korban yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu sempat mengalami kendala terkait nama korban.
Basarna kemudian melakukan koordinasi antar tim SAR setelah menemukan identitas korban ternyata Sukarman, yang merupakan salah satu kru kapal Arupadatu I yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau waktu lalu.
“Hingga saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung untuk wilayah pesisir, termasuk dengan para nelayan yang ada di sekitar wilayah tersebut,” katanya Kepala Basarnas Banten Al Amrad.
Amrad kemudian mengatakan bahwa sebagai langkah antisipasi dan pemantauan lanjutan, Basarnas telah membangun komunikasi lintas wilayah dengan Kantor SAR Bengkulu dan Lampung, termasuk melibatkan kelompok nelayan lokal di sekitar perairan yang menjadi lokasi penemuan jasad korban.
Tim SAR di Bengkulu kemudian melakukan pemantauan serta penyisiran di sekitar wilayah Pulau Enggano guna menindaklanjuti informasi yang didapat.
“Tindakan yang saat ini kami lakukan adalah koordinasi, termasuk edukasi kepada instansi terkait, nelayan dan masyarakat yang berada di wilayah pesisir, termasuk di sekitar Pulau Enggano,” ujarnya.
Lebih lanjut Amrad mengatakan Terkait penemuan jenazah di Pulau Enggano, Bengkulu, sebelumnya informasi tersebut tidak langsung diumumkan sebagai bagian dari korban kapal Arupadhatu I karena Basarnas harus terlebih dahulu menunggu tahapan identifikasi ilmiah secara medis serta proses pencocokan data dengan pihak keluarga.
“Kenapa tidak disampaikan dari awal? Karena seperti yang tadi disampaikan Kapolda, kita harus menunggu hasil identifikasi lebih lanjut dengan data keluarga. Setelah proses identifikasi dan pencocokan dilakukan, hasilnya dapat kita sampaikan bersama,” jelasnya.
Operasi pencarian kapal Arupadhatu I melibatkan unsur gabungan multisektoral yang mencakup area perairan luas mulai dari perairan Banten, Lampung, hingga pesisir Bengkulu, dengan pengerahan armada utama secara optimal diberbagai sektor pencarian.)***















