Scroll untuk baca artikel
NEWS

Temuan Bakteri E. coli, Pemkot Tangsel Minta WTP Serpong Lagoon Dibenahi Total

×

Temuan Bakteri E. coli, Pemkot Tangsel Minta WTP Serpong Lagoon Dibenahi Total

Sebarkan artikel ini

TANGERANG SELATAN, – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta pengelola Water Treatment Plant (WTP) Perumahan Serpong Lagoon menghentikan sementara operasional instalasi pengolahan air dan melakukan perbaikan menyeluruh. Langkah ini menyusul temuan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada tiga sampel air yang diperiksa setelah warga mengalami gangguan kesehatan pencernaan.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan instruksi tersebut saat mengunjungi Perumahan Serpong Lagoon di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Dalam kunjungan itu, Pilar juga meminta pengelola menyediakan pasokan air bersih alternatif yang memenuhi standar kesehatan bagi warga.

Pilar mengatakan evaluasi akan dilakukan untuk mengetahui sumber kontaminasi, baik dari proses pengolahan air maupun jaringan distribusi. Pengelola juga diminta membersihkan dan mendisinfeksi instalasi, mengoptimalkan klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran.

“Pemkot Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang akan mengevaluasi instalasi untuk memastikan apakah permasalahan berasal dari proses pengolahan atau jaringan distribusi air. Pengelola juga diminta melakukan pembersihan dan desinfeksi instalasi, mengoptimalkan klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran,” kata Pilar dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Kasus ini mencuat setelah sejumlah warga Serpong Lagoon mengeluhkan gangguan kesehatan pencernaan, termasuk muntaber. Dinas Kesehatan Tangsel bersama Puskesmas Keranggan kemudian melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil tiga sampel air untuk diuji di laboratorium kesehatan daerah.

BACA JUGA  Pemkot Tangsel Perkuat Transformasi Digital Terintegrasi untuk Tingkatkan Layanan Publik

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kontaminasi E. coli pada seluruh sampel. Sampel dari reservoir WTP mencatat angka 14, sampel air rumah warga yang menggunakan filter mencapai 660, sedangkan sampel dari rumah tanpa filter mencatat angka tertinggi, yakni 956.

Namun, interpretasi angka tersebut perlu mengacu pada satuan pemeriksaan dan metode laboratorium yang digunakan. Temuan positif E. coli pada air yang digunakan warga menjadi dasar penting untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan pengamanan pasokan air.

Pilar menegaskan penanganan persoalan air bersih di Serpong Lagoon tidak boleh dilakukan secara parsial. Menurutnya, pengelola harus bertanggung jawab memastikan warga memperoleh pasokan air yang memenuhi standar mutu.

“Dengan adanya permasalahan ini, pihak pengelola harus ikut bertanggung jawab memberikan distribusi air bersih, entah dari mana. Yang penting standar mutu bakunya terpenuhi,” ujar Pilar.

Ia juga meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan air hingga sistem distribusi dan jaringan perpipaan.

“Jadi bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.

BACA JUGA  DPP FMI Desak DPR Segera Bentuk Regulasi Terkait Penanganan Perilaku LGBT

Pilar berharap langkah perbaikan tidak hanya menyelesaikan persoalan dalam jangka pendek, tetapi juga memastikan keamanan pasokan air bagi warga dalam jangka panjang.

Ia mengatakan Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk mengevaluasi kondisi instalasi serta memeriksa kemungkinan kebocoran pada jaringan pipa.

“Saya harap ini jangka panjang, ya, jangka panjang, ya. Sekali lagi saya di sini karena care (peduli) terhadap semua. Saya care terhadap yang pasti nomor satu kepada warga kami. Maka dari itu duduk bersama dengan Dinas Cipta Karya untuk mengecek apakah ada saluran yang bocor atau tidak,” katanya.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Tangsel akan melakukan pengawasan terhadap kualitas air alternatif yang didistribusikan kepada warga.

Pengelola WTP juga diminta segera melengkapi persyaratan administrasi serta terbuka kepada pemerintah daerah mengenai kendala operasional yang dihadapi.

Pemkot Tangsel menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas. Penggunaan kembali air dari WTP perlu menunggu hasil pemeriksaan yang menunjukkan kualitas air telah memenuhi persyaratan kesehatan.