JAKARTA-Anggota Komisi I DPR Yulius Setiarto mendesak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk menghentikan sementara seluruh rangkaian pelatihan program sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer koperasi desa/kelurahan (kopdes) merah putih.
Rentetan kematian calon manajer KDMP saat mengikuti pelatihan dasar kemiliteran atau latsmil, Yulius menilai kasus ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia meminta pemerintah agar memastikan tidak adanya kelemahan prosedur yang berpotensi membahayakan ribuan peserta Latsamil.
“Penghentian sementara seluruh kegiatan Latsarmil yang sedang berlangsung diperlukan agar pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraannya demi menjamin keselamatan peserta dan akuntabilitas negara,” kata Yulius dilansir Beritasatu.com, Senin (29/6/2026).
Yulius menilai kondisi medis peserta perlu dievaluasi karena terindikasi adanya peserta yang memiliki riwayat penyakit namun tetap lolos.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi peserta di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI sebenarnya telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 23 Tahun 2023.
“Kegagalan mendeteksi maupun mengantisipasi kondisi kesehatan peserta bukan hanya bertentangan dengan prinsip kehati-hatian, tetapi juga berpotensi mengabaikan hak setiap warga negara atas keselamatan sebagaimana dijamin konstitusi,” ujarnya.
“Lolosnya peserta dengan kondisi medis berisiko untuk mengikuti latihan fisik berat mengindikasikan adanya persoalan pada proses skrining sebelum pelatihan,” katanya.
Program SPPI merupakan program yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan untuk menyiapkan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Pelatihan dasar kemiliteran dimulai pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama 45 hari hingga 31 Juli 2026 dengan melibatkan 35.476 peserta yang mengikuti pendidikan di berbagai satuan pendidikan TNI di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, lima peserta yang meninggal dunia masing-masing adalah
Yonanda Muhammad Taufiq akibat cardiac arrest,
Anisa Muyassaroh karena heat stroke,
Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi tuberkulosis (TB), serta
Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
Nola Diasari yang meninggal setelah mengalami sesak napas saat mengikuti latihan.)****















