Scroll untuk baca artikel
NEWS

Pemkot Tangsel Perkuat Mitigasi Banjir Jelang Musim Hujan, Warga Diminta Waspada

×

Pemkot Tangsel Perkuat Mitigasi Banjir Jelang Musim Hujan, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

TANGERANG SELATAN, – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat langkah mitigasi banjir menjelang musim hujan. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit yang kerap muncul saat curah hujan meningkat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, menyampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bersiaga menghadapi potensi banjir dan dampak kesehatan akibat musim penghujan.

Menurut Asep, kesiapsiagaan dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari penyiapan posko siaga banjir, pengoperasian pompa mobile, hingga pembersihan saluran air secara berkala.

“Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kota hingga kelurahan untuk memastikan kesiapan posko siaga banjir, operasional pompa mobile, serta pembersihan saluran air secara berkala agar aliran drainase tidak tersumbat sampah,” ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Selain mengandalkan kesiapan pemerintah, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir juga diminta melakukan langkah antisipasi secara mandiri. Warga diimbau mengenali jalur evakuasi, mengamankan dokumen penting dan barang berharga, serta memperhatikan instalasi listrik di rumah.

BACA JUGA  Pemkot Tangsel Siapkan Infrastruktur Internet untuk Dukung Pelatihan AI dan Coding Remaja Masjid

“Warga di kawasan rawan genangan atau luapan air diminta untuk senantiasa waspada, mengamankan dokumen penting, serta segera memutus aliran listrik di rumah apabila ketinggian air mulai beranjak naik demi menghindari risiko sengatan listrik,” katanya.

Pemkot Tangsel juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang berpotensi meningkat saat musim hujan, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, dan leptospirosis.

Khusus untuk mencegah DBD, Asep mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

“Masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas, guna memutus siklus hidup nyamuk penular DBD,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan air minum dan makanan untuk mencegah penyakit pencernaan seperti diare. Sementara itu, warga yang beraktivitas di tengah genangan banjir diimbau menghindari kontak langsung dengan air banjir dan menggunakan alat pelindung diri.

BACA JUGA  Pengamat Nilai Skema Sewa Kendaraan Pemkot Tangsel Efisien dan Kurangi Beban APBD

“Kebersihan sumber air minum dan makanan harus benar-benar dijaga. Selain itu, warga yang harus beraktivitas di tengah genangan banjir diimbau menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot untuk mencegah risiko infeksi kulit dan leptospirosis yang berasal dari kotoran hewan terbawa air,” tambah Asep.

Di sisi lain, Pemkot Tangsel mengajak masyarakat memperkuat gotong royong menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik.

Asep juga meminta warga aktif memantau kanal informasi resmi pemerintah daerah untuk memperoleh pembaruan kondisi cuaca dan informasi layanan darurat.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan aktif memantau kanal informasi resmi Pemkot Tangsel guna mendapatkan pembaruan situasi cuaca serta layanan darurat secara cepat,” pungkasnya.