“Melalui kemitraan dengan pelaku industri global terkemuka, kami ingin memastikan terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi yang akan memperkuat fondasi industri baterai terintegrasi nasional dalam jangka panjang, sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia,” jelas Aditya.
Ia menambahkan, proyek akan memasuki tahap berikutnya melalui pelaksanaan studi kelayakan bersama yang mencakup seluruh aspek pengembangan. IBC bersama ANTAM dan Konsorsium HYD akan memastikan proyek berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan kepentingan strategis nasional.
“Jadi, ini masih awal. Setelah ini masih akan ada joint feasibility study, baru nanti ada definitive agreement dan seterusnya. Jadi, ini awal dari perjalanan bersama ANTAM dan Konsorsium HYD. Kita harapkan, dalam tahun ini juga bisa diselesaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan dukungan terhadap inisiatif pengembangan industri baterai terintegrasi tersebut. Menurutnya, langkah ini strategis untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus sistem pembangkit listrik yang lebih andal dan berkelanjutan.
“Industri baterai terintegrasi menjadi elemen kunci dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih adaptif dan andal. Bagi PLN, penguatan ekosistem baterai dalam negeri mendukung pemanfaatan energi terbarukan secara optimal, mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta memperkuat ketahanan pasokan energi nasional,” tutup Darmawan.***














