“Alhamdulillah, acara ini lancar dan semua masyarakat dari berbagai suku dan agama ikut merayakan. Kita semua sama, warga Kota Serang, dan tidak memandang suku maupun agama, semua toleransi dan saling menghormati,” katanya.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen kepemimpinan Budi–Agis dalam melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan agama, budaya, maupun ras.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Pemkot melayani seluruh agama, seluruh budaya, seluruh ras. Kita tidak akan membedakan. Kita akan terus menjaga toleransi dan hubungan umat beragama di Kota Serang,” ujarnya.
Selama satu tahun kepemimpinan Budi–Agis, Pemerintah Kota Serang konsisten memfasilitasi aktivitas keagamaan dan budaya. Mulai dari dukungan penyediaan venue kegiatan, fasilitasi rumah ibadah, hingga penguatan komunikasi lintas iman melalui FKUB dan Badan Kesbangpol.
Tak hanya itu, wacana politik anggaran untuk mendukung program kerukunan umat beragama pun menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Serang berkomitmen mendorong dukungan anggaran agar kegiatan-kegiatan lintas iman dan budaya dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Lebih jauh, kegiatan kirab budaya ini juga menjadi bagian dari visi besar menjadikan Kota Serang sebagai kota event dan destinasi wisata religi serta budaya.
Ia berkomitmen merapikan dan meningkatkan kualitas venue-venue publik agar dapat menjadi pusat kegiatan seni, budaya, musik, fashion, dan religi. Dengan penataan yang lebih baik, Kota Serang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Semangat ini sejalan dengan misi kepemimpinan Budi–Agis untuk membangun Kota Serang yang inklusif, toleran, dan berdaya saing. Harmoni bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan dan dukungan nyata,” ujarnya.
Menurutnya Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Iman ini menjadi simbol bahwa di tengah keberagaman, masyarakat Kota Serang tetap bersatu dalam semangat persaudaraan. Momentum Ramadan dan Imlek yang beriringan semakin mempertegas indahnya kebersamaan dalam perbedaan.
“Dengan fondasi sejarah yang kuat dan komitmen kepemimpinan yang inklusif, Kota Serang optimistis menjadi contoh praktik toleransi dan harmoni di Indonesia, kota yang merawat kebhinekaan untuk masa depan yang lebih maju,” ujarnya. (Red/Ki)














