Scroll untuk baca artikel
NEWS

Pemkot Serang Matangkan Persiapan HUT Kota Serang ke-19 dan HUT RI ke-81

×

Pemkot Serang Matangkan Persiapan HUT Kota Serang ke-19 dan HUT RI ke-81

Sebarkan artikel ini

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mematangkan persiapan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang dan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, usai memimpin rapat koordinasi kedua yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para asisten daerah Kota Serang.

“Hari ini kita sudah kedua kalinya menggelar rapat persiapan untuk HUT Kota Serang ke-19 dan HUT RI ke-81. Kami mengundang seluruh OPD dan para asisten untuk membahas rangkaian acara agar pelaksanaannya nanti berjalan lancar dan meriah,” ujar Wali Kota Serang kepada awak media.

Di tempat sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, menambahkan bahwa rangkaian acara tahun ini akan menyuguhkan berbagai kegiatan menarik. Salah satunya adalah Pawai Budaya yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh OPD, Pawai Budaya kali ini akan lebih menonjolkan potensi lokal.

“Untuk Pawai Budaya, saya minta ada perubahan. Jika biasanya peserta didominasi oleh OPD, kali ini kita akan lebih mengoptimalkan para pelaku seni dan budaya yang ada di Kota Serang. OPD nantinya akan berperan sebagai semacam ‘bapak angkat’ untuk stimulusnya,” tutur Nanang.

Selain Pawai Budaya, gelaran Serang Fair juga dipastikan kembali hadir di bawah kendali Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindagkop UKM).

Acara ini direncanakan tampil lebih semarak dengan menghadirkan berbagai artis ibu kota berdasarkan masukan dan aspirasi dari warganet serta masyarakat Kota Serang. Pemkot Serang berkomitmen untuk memprioritaskan dan mengoptimalkan keterlibatan pelaku UMKM lokal dalam agenda tahunan ini.

Untuk pusat keramaian, Pemkot Serang berencana memusatkan kegiatan Pawai Budaya di kawasan Royal, yang selama ini menjadi salah satu ikon favorit masyarakat Kota Serang.

Nanang juga mengatakan bahwa pelaksanaan upacara HUT RI dialihkan ke Stadion Maulana Yusuf. Pemindahan ini dilakukan karena adanya proyek rehabilitasi yang sedang berlangsung di Alun-alun Kota Serang. Atas persetujuan Wali Kota Serang, upacara akan dipusatkan di stadion tersebut.

“Karena Alun-alun saat ini sedang direhab dan kita tidak punya lapangan alternatif lain yang memadai, fokus pelaksanaan upacara HUT RI akan dialihkan ke Stadion Maulana Yusuf,” jelasnya.

BACA JUGA  Program Sekolah Gratis Andra Soni Dongkrak Minat Siswa ke Sekolah Swasta

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kerusakan rumput stadion akibat panggung hiburan dan kerumunan massa, Nanang menegaskan bahwa Pemkot telah menyiapkan langkah antisipasi. Stadion dipastikan tidak akan digunakan untuk area lapak atau tenda pedagang, melainkan khusus untuk area hiburan malam musik.

“Sangat wajar jika ada kekhawatiran rumput akan sedikit terganggu, apalagi sekarang sudah mulai musim kemarau. Ini adalah konsekuensi logis karena kita tidak punya tempat lain. Namun, kami sudah berkoordinasi dan mengantisipasi hal ini. Jika terjadi kerusakan, kami akan menganggarkan biaya pemeliharaan dan perawatan pada anggaran perubahan untuk memulihkan kembali kondisi lapangan,” tegas Nanang.

Menambahkan hal tersebut, Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan bahwa selain acara seremonial, rangkaian HUT juga akan diisi dengan kegiatan ziarah dan sidang paripurna istimewa di DPRD Kota Serang sebagai puncak acara. Tak kalah menarik, pasca-perayaan HUT RI, Wali Kota Serang juga menginginkan adanya pertandingan sepak bola persahabatan (fun football) yang melibatkan antar-OPD, instansi kepolisian, kejaksaan, perbankan, hingga para pelaku usaha sebagai ajang hiburan dan silaturahmi.

Nuri menambahkan, dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang, lima kecamatan dipastikan menyelenggarakan perayaan HUT RI secara mandiri. Sementara itu, Kecamatan Serang akan menggabungkan perayaannya secara langsung dengan tingkat Kota Serang.

“Saya meminta kepada para camat agar kemeriahan ini dapat dikemas dengan pola kesederhanaan, namun tetap menyentuh masyarakat. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh warga agar seluruh rangkaian acara ini sukses dan masyarakat betul-betul ikut merasakan kebahagiaan di hari jadi Kota Serang dan HUT RI ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindagkop UKM Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan ratusan booth yang dapat digunakan oleh para pelaku usaha secara cuma-cuma alias gratis.

“Total semua yang kita siapkan ada 220 booth untuk UMKM dan IKM. Kami pastikan semuanya gratis tidak berbayar, karena slot ini memang dipergunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Wahyu saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (14/7/2026).

BACA JUGA  Hardiknas 2026, Pemkot Serang Luncurkan GEMAS LIBAS dan Ajak Ribuan Siswa Bersihkan Lingkungan

Wahyu menjelaskan, prioritas utama pengisian booth diberikan kepada pelaku usaha binaan Diskoperindagkop UKM Kota Serang yang telah terdaftar. Selain itu, pemerintah memberikan ruang khusus bagi pedagang yang sebelumnya terdampak penertiban wilayah.

“Pertama, kita mendahulukan yang sudah terdaftar sebagai binaan kami. Kami juga memprioritaskan para pedagang yang kemarin terdampak penertiban, seperti pedagang fesyen dan kuliner yang dipindahkan ke Kepandean. Selain itu, ada UMKM packaging, industri kecil menengah yang kami sediakan booth khusus, serta para pedagang kuliner yang ada di stadion,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika nantinya masih terdapat sisa slot setelah kuota prioritas terpenuhi, pihak Diskoperindagkop akan membuka kesempatan tersebut bagi masyarakat umum yang berminat.

Untuk mendongkrak omzet pelaku usaha selama pameran berlangsung, panitia kembali menerapkan konsep unik di area hiburan. Pengunjung yang ingin menikmati konser musik di dalam area Serang Fair diwajibkan berbelanja terlebih dahulu di booth UMKM yang tersedia.

“Seperti tahun kemarin, atas arahan pimpinan, untuk mendorong penjualan para UMKM ini, pengunjung yang mau menonton konser diwajibkan belanja dulu minimal Rp30.000 sebagai bukti untuk masuk ke arena konser. Khusus untuk malam Minggu, minimal belanjanya Rp50.000,” kata Wahyu.

Meskipun optimistis kegiatan ini berdampak positif bagi perekonomian daerah, Wahyu belum mematok target angka perputaran ekonomi secara spesifik karena adanya pemangkasan durasi acara dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk target (perputaran uang) nanti kita hitung dulu, karena sekarang ada pengurangan hari, yang tadinya 5 hari sekarang menjadi 4 hari,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai musisi yang akan tampil memeriahkan panggung Serang Fair, Wahyu masih enggan membeberkan seluruh lini masa pengisi acara. Namun, ia memberikan sedikit bocoran bahwa musisi independen (indie) akan menjadi salah satu daya tarik utama.

“Banyak permintaan dari masyarakat. Yang paling banyak itu dari indie label yang lagi hits sekarang. Alhamdulillah, kita juga sudah mendapatkan Festivalist. Untuk pengisi acara yang lain-lain, tunggu saja di Instagram saya,” tandasnya. (ADV)