Scroll untuk baca artikel
NEWS

Warga Pandeglang Sibuk Bersihkan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Pagi Ini

×

Warga Pandeglang Sibuk Bersihkan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Pagi Ini

Sebarkan artikel ini
Tangkapan Layar

PANDEGLANG-Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau penyebaran abu vulkanik masih terasa di sejumlah wilayah di Kecamatan Koroncong Kabupaten Pandeglang pagi ini.

Debu abu vulaknik yang tersebar terlihat jelas di teras halaman rumah warga.

Salah satu warga, Yanti mengatakan dari kemarin menyapu keramik rumah.

“iya saya udah beberapa kali menyapu halam rumah karena debunya selalu ada, apalagi kalau pagi hari kan semalamnya mungkin debu terbang paginya numpuk keliatan” kata Yanti.

Ia juga menuturkan bahwa debunya tidak terlihat tapi kalau lihat langit seperti gelap tiba-tiba lantai kemarik penuh debu.

Sementara itu, Pembaruan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II pada pukul 05.00 WIB menunjukkan abu bergerak ke arah berbeda pada lapisan atmosfer yang berbeda.

Penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatu masih menyebar pada Senin (7/9/2026) pagi.

BACA JUGA  Berplat Mirip RI Ditilang di Tangerang, Polisi: Sempat Dikira Menteri

“Masih terdapat sebaran Abu vulkanik yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, serta pada ketinggian tertentu dapat mengganggu penerbangan,” tulis BBMKG Wilayah II dalam pembaruan Senin (7/9/2026) pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan citra sebaran abu vulkanik yang dirilis pukul 05.00 WIB, abu terpantau bergerak menjauhi Gunung Anak Krakatau dengan pola berbeda sesuai ketinggiannya. Pada lapisan rendah hingga sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak ke arah tenggara hingga barat laut.

Sebaran ini mencakup sebagian Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta wilayah perairan di sekitarnya.

BBMKG menyebut keberadaan abu pada lapisan ini berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak.

Pada lapisan tinggi hingga sekitar 15,24 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat. Wilayah yang masuk dalam sebaran tersebut mencakup Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.

BACA JUGA  Pemkot Tangsel Gandeng 108 Pesantren, Perkuat Literasi AI dan Transformasi Digital Santri

Pada ketinggian ini, abu terutama menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan karena berada pada ruang udara yang dapat dilalui pesawat. BBMKG juga mencantumkan prakiraan sebaran abu untuk Flight Information Region (FIR) Jakarta yang berlaku pukul 03.30-06.30 WIB.

Prakiraan tersebut menunjukkan tidak ada perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Ketinggian sebaran diperkirakan mencapai sekitar 4,57 km, dengan arah pergerakan ke barat laut dan kecepatan angin sekitar 5 knot atau 9 km/jam.
Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.