Scroll untuk baca artikel
NEWS

Adde Rosi Khoerunnisa Dorong Kolaborasi Kampus, Pesantren, dan Masjid untuk Perkuat Pendidikan Nasional

×

Adde Rosi Khoerunnisa Dorong Kolaborasi Kampus, Pesantren, dan Masjid untuk Perkuat Pendidikan Nasional

Sebarkan artikel ini

SERANG, — Adde Rosi Khoerunnisa, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus, pesantren, dan masjid sebagai pilar penguatan pendidikan nasional yang berimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai keimanan.

Hal tersebut disampaikan Adde Rosi saat menjadi narasumber undangan FKIP Untirta dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional di aula kampus FKIP Untirta Kota Serang, Rabu (6 Mei 2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema peran sinergi pendidikan formal dan keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Adde Rosi, kolaborasi antara kampus, pesantren, dan masjid merupakan kebutuhan strategis dalam sistem pendidikan saat ini. Kampus memiliki kekuatan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), sementara pesantren dan masjid memiliki peran penting dalam penguatan iman dan takwa (imtak).

“Kampus dapat menyalurkan keilmuannya kepada pesantren, dan pesantren juga bisa berkolaborasi dengan kampus dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia. Masjid pun harus dimaknai bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan pendidikan umat,” ujar Adde Rosi.

BACA JUGA  Muhamad Haykal Pimpin SAPMA PP Kota Serang, Targetkan Organisasi yang Adaptif dan Inklusif

Ia menegaskan bahwa sinergi ketiga elemen tersebut perlu terus diperkuat sejalan dengan arahan kebijakan nasional di bidang pendidikan, agar pendidikan Indonesia mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara moral dan spiritual.

Selain itu, Adde Rosi juga menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menjaga lingkungan kampus, pesantren, dan masjid agar terbebas dari berbagai persoalan serius, seperti kekerasan seksual, paham ekstremisme, dan terorisme.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa dalam beberapa kasus, muara persoalan tersebut ada yang berasal dari lingkungan kampus, masjid, maupun pesantren. Karena itu, kolaborasi ini juga harus menjadi benteng bersama untuk mencegah kekerasan dan paham-paham menyimpang,” tegasnya.

BACA JUGA  Pencarian Korban Longsor Cisarua, 25 Jenazah Dievakuasi

Lebih lanjut, Adde Rosi menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI saat ini tengah melakukan pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Ia berharap revisi tersebut dapat memperkuat kebijakan wajib belajar, peningkatan kesejahteraan dan pembiayaan guru, serta optimalisasi alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN.

“Anggaran pendidikan 20 persen harus benar-benar dioptimalkan untuk pendidikan nasional, termasuk di dalamnya pendidikan keagamaan berbasis pesantren dan penguatan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan,” pungkasnya.

Adde Rosi berharap kolaborasi kampus, pesantren, dan masjid dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem pendidikan nasional yang inklusif, berkarakter, dan berkelanjutan.***