SERANG, – Menjelang pelaksanaan Muktamar XXI Mathla’ul Anwar yang akan digelar pada 11–13 April 2026 di Serang, Andi Yudi Hendriawan atau Andi Djuwaeli resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar periode 2026–2031.
Andi Djuwaeli mengusung visi besar bertajuk “Menata Peradaban di Usia 110 Tahun”, dengan fokus penguatan tiga pilar utama organisasi, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial. Ia menilai usia 110 tahun menjadi momentum penting bagi Mathla’ul Anwar untuk melakukan konsolidasi dan transformasi agar tetap relevan dengan tantangan zaman.
“Mathla’ul Anwar telah sampai pada usia kematangan. Tugas kita bukan hanya menjaga sejarah, tetapi memastikan nilai-nilai perjuangan itu menjadi fondasi membangun peradaban masa depan yang mandiri dan berintegritas,” ujar Andi dalam keterangannya.
Putra dari almarhum H.M. Irsjad Djuwaeli—tokoh kharismatik dan mantan Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar—ini dikenal sebagai figur yang memiliki kedekatan historis dengan organisasi sekaligus membawa semangat pembaruan. Ia dipandang mampu menjembatani nilai khitah pendiri dengan tuntutan modernitas.
Sejumlah program strategis ditawarkan, di antaranya transformasi digital madrasah, penguatan kemandirian ekonomi organisasi berbasis wakaf produktif, serta revitalisasi peran dai agar lebih adaptif di era digital dan mampu menjangkau generasi muda.
Andi menegaskan bahwa kepemimpinan ke depan harus mampu menjadikan Mathla’ul Anwar sebagai solusi atas persoalan keumatan dan kebangsaan. “Ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi kebangkitan bersama untuk membawa Mathla’ul Anwar tetap menjadi cahaya peradaban,” katanya.
Muktamar XXI Mathla’ul Anwar dijadwalkan dihadiri ribuan delegasi Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah dari seluruh Indonesia. Selain memilih ketua umum baru, forum tertinggi organisasi ini juga akan menentukan arah kebijakan Mathla’ul Anwar lima tahun ke depan.
Dukungan terhadap Andi Djuwaeli dilaporkan mulai menguat dari berbagai daerah, seiring harapan akan hadirnya kepemimpinan yang mampu menyatukan kekuatan historis dan visi masa depan Mathla’ul Anwar di usia lebih dari satu abad.














