PANDEGLANG-Pemerintah Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, membongkar makam yang diduga makam keramat palsu dan dinilai tidak jelas asal usulnya.
Sebelum pembongkaran, Kepala Desa Panjangjaya Saripudin melakukan tabayun untuk mengetahui makam yang diduga palsu.
Pembongkaran dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan akidah di tengah masyarakat.
“Kami khawatir arahnya ke hal negatif atau kemusyrikan karena asal-usulnya tidak jelas. Kalau silsilahnya jelas tentu kami dukung, tapi karena ini tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka hari ini kami lakukan pembongkaran berdasarkan kesepakatan bersama,” ujar Saripudin, dikutip RRI Banten pada Selasa (31/3/2026)
Ia menuturkan bahayanya jika makam yang tidak jelas asal ususnya dan masih misterius bisa timbul kemusyrikan jika dibiarkan.
Saripudin pun bertanggungjawab jika makam memiliki asal usul yang jelas dan valid, pemerintah desa pasti akan mendukung sebagai bentuk pelestarian religi. Namun, dalam kasus ini, Ia menyebut ketidakjelasan identitas makam justru dikhawatirkan akan memicu aktivitas negatif yang merugikan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Panjangjaya, Suhendi, mengetahui makam diduga palsu dari laporan masyarakat.
Pihaknya pun langsung turun ke lokasi untuk mengecek kebenarannya, namun tidak ada satu pun yang berani menjelaskan dan bertanggungjawab.
Sebelumnya, pihak desa sebelumnya telah berupaya melakukan tabayun atau klarifikasi kepada oknum yang diduga membangun makam tersebut.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, orang yang bersangkutan tidak mampu memberikan penjelasan medis maupun historis terkait siapa yang dimakamkan di lokasi itu.
Lantaran teguran tidak diindahkan, Ia pun bersama warga dan aparatur desa memutuskan untuk meratakan bangunan makam tersebut secara gotong royong.)***














