Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNEWS

PLN Dukung Kolaborasi IBC Kembangkan Industri Baterai Terintegrasi, Investasi Capai USD 6 Miliar

×

PLN Dukung Kolaborasi IBC Kembangkan Industri Baterai Terintegrasi, Investasi Capai USD 6 Miliar

Sebarkan artikel ini

SERANG, – PT PLN (Persero) mendukung langkah kolaborasi PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan mitra strategis dalam mempercepat pengembangan industri baterai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di Indonesia.

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan framework agreement antara IBC, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM), dan Konsorsium HYD Investment Limited (HYD) pada Jumat (30/1) di Jakarta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa penandatanganan ini menjadi tonggak penting percepatan hilirisasi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Proyek tersebut memiliki total nilai investasi mencapai USD 6 miliar, dengan rencana kapasitas produksi baterai listrik hingga 20 gigawatt hour (GWh) serta potensi menciptakan sekitar 10 ribu lapangan kerja baru.

BACA JUGA  Akibat Banjir, Jalan Aria Santika Tigaraksa Lumpuh

“Saya ulangi arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengelolaan sumber daya alam, baik sekarang maupun ke depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara,” ujar Bahlil.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif perusahaan dan tenaga kerja lokal, baik dalam pengembangan ekosistem baterai dan katoda di Jawa Barat maupun pengembangan tambang, smelter, serta pabrik hilirisasi yang akan dibangun di Halmahera Timur, Maluku Utara.

“Yang bisa dikerjakan dalam negeri, pakai tenaga kerja dalam negeri. Yang tidak bisa dikerjakan, baru ambil dari luar. Karena ini adalah bagian daripada komitmen kita,” tegasnya.

Bahlil menambahkan, proyek ini tidak hanya mendukung pengembangan kendaraan listrik, tetapi juga kebutuhan baterai untuk pembangkit listrik hijau, termasuk program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).

BACA JUGA  Aliansi Nissan-Mitsubishi Luncurkan Livina Versi Mungil

“Jadi ini tidak hanya untuk baterai mobil (listrik), tapi ini juga didesain untuk baterai panel surya,” tambah Bahlil.

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menjelaskan bahwa penandatanganan ini merupakan tahap awal perjalanan strategis IBC dalam mendorong hilirisasi industri baterai terintegrasi nasional, tidak hanya dalam kemitraan investasi, tetapi juga penguasaan teknologi.

Example 120x600