Dinkes Banten: Temuan Sudah Ditindaklanjuti
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyatakan seluruh rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti.
“Temuan BPK semua sudah ditindaklanjuti, jadi itu untuk teknis sudah ditangani. Bisa ditanyakan ke Inspektorat,” ujar Ati saat di temui wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (8/7/2026).
Ati menegaskan bahwa temuan BPK bukan terkait spesifikasi utama videotron, melainkan pada bagian konstruksi penyangga yang termasuk dalam paket pekerjaan.
“Dalam videotron itu ada spesifikasi konstruksi, jadi kita menanam konstruksi dari paket yang ada. Bagaimana spesifikasi konstruksi, kedalaman lubang yang ada, semenisasi, itu yang jadi temuan. Konstruksinya, bukan spek videotronnya,” jelasnya.
Videotron Diklaim untuk Promosi Kesehatan
Saat dimintai tanggapan mengenai urgensi pengadaan videotron di tengah masih adanya berbagai kebutuhan layanan kesehatan, Ati menjelaskan bahwa fasilitas tersebut berfungsi sebagai media edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, videotron menjadi salah satu sarana promosi kesehatan yang mendukung upaya promotif dan preventif pemerintah.
“Videotron itu adalah media promosi kesehatan, di mana saat ini dunia kesehatan bukan hanya mengobati, tapi upaya promotif dan preventif. Menjaga kesehatan masyarakat tentu diedukasi melalui promosi yang ada. Promosi ini bukan hanya dari videotron, tapi berbagai macam media yang dilakukan pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai temuan BPK yang disebut kerap muncul setiap tahun di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan meninggalkan lokasi wawancara.















