Scroll untuk baca artikel
NEWS

Viral Mekanik di Tangerang Ditagih Pajak Mobil Mewah Rp 137 Juta, Dinsos: Masuk Desil 3

×

Viral Mekanik di Tangerang Ditagih Pajak Mobil Mewah Rp 137 Juta, Dinsos: Masuk Desil 3

Sebarkan artikel ini
Tangkapan Layar

TANGERANG-Viral seorang mekanik didatangi petugas Samsat Ciledug Kota Tangerang diduga menunggak pajak kendaraan mencapai Rp 137 juta.

Yudariansyah seorang mekanik yang tinggal di Kampung Sawah Dalam, Panunggangan Utara, Pinang dalam gang perkampungan ditagih pajak mobil mewah McLaren.

Kondisi yang jauh dari kemewahan mendadak ditagih pajak mobil mewah oleh Samsat Ciledug.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengonfirmasi bahwa berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Yudariansyah dan keluarganya masuk dalam kategori masyarakat prasejahtera atau berpenghasilan rendah.

“Pemberitaan terkait pencatutan warga Kota Tangerang atas nama Yudariansyah yang berada dalam satu Kartu Keluarga dengan Bapak Mada sebagai kepala keluarga memang tercatat di DTSEN pada kelompok Desil 3,” jelas Acep di Kantor Dinsos Kota Tangerang, Selasa (27/10/2026).

BACA JUGA  Sungai Cimanceuri Tigaraksa Meluap, Pedagang Terkena Imbas

Yuda yang dikategorikan layak mendapat bantuan jauh dari kata mewah dengan sederhana dengan atap genteng dan seng yang sudah berkarat.

Kendati demikian, Plt Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid mengatakan Yuda memiliki bengkel di rumahnya.

“Dia punya bengkel di rumahnya,” kata Idam

Diketahui, Yuda tinggal bersama orang tuanya. Yuda yang kaget saat saat petugas Samsat untuk mengecek soal kepemilikan Mobil mewah McLaren.

“Nah, ternyata, pas disounding, Yuda juga kaget. ‘Wah, ini Samsat nggak salah nih? Boro-boro saya punya mobil,’ katanya gitu,” ujar Idam.

Samsat Ciledug diketahui menerima daftar mobil mewah yang menunggak pajak, salah satunya McLaren tersebut.

Berdasarkan data Samsat, mobil mewah itu tercatat menunggak pajak selama dua tahun dengan total Rp 137.441.000.

BACA JUGA  Anngota Komisi X DPR RI Adde Rosi Minta Akses Beasiswa LPDP Diperluas untuk Masyarakat Kurang Mampu

Namun, petugas Samsat curiga karena alamat pemilik kendaraan berada di sebuah kampung, bukan di permukiman mewah. Setelah melakukan pengecekan dan memastikan bahwa Yuda tidak memiliki McLaren tersebut, petugas Samsat memblokir data kendaraan.

“Kita datangin untuk memastikan itu dan membantu si Bang Yuda ini. Jangan sampai datanya ini apa namanya, dipakai orang lain. Kita blokir lah, datanya,” katanya.)***