Adde Rosi menyatakan akan memperjuangkan peningkatan anggaran revitalisasi LPTK sehingga lebih banyak kampus penyelenggara PPG memperoleh dukungan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan calon guru.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Komisi X DPR RI juga tengah memperjuangkan hadirnya Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta (BPOPTS) dalam pembahasan RAPBN 2027. Program tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat keberlanjutan dan daya saing perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.
Tak hanya menyoroti aspek akademik dan pembiayaan, Adde Rosi juga mengingatkan pentingnya tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurutnya, kualitas pendidikan tinggi harus dibangun seiring dengan penguatan integritas kelembagaan.
Menutup sambutannya, Adde Rosi berharap workshop tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, dan mahasiswa dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia.
Ia kemudian secara resmi membuka Workshop “Peningkatan Kualitas dan Relevansi Pendidikan Tinggi” sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat transformasi pendidikan tinggi menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.















